February 9, 2010 at 6:22 am (dalam negeri, kritik, opinion)
Kalau ada pertandingan antara Kerbau vs rakyat dalam keadaan normal mungkin rakyat akan menang bahkan rakyat bias menang telak. Namun kini Kerbau vs Rakyat itu seperti pertandingan bola kini penuh kejutan, tak sesuai prediksi dan bahkan penuh unsur konspirasi. Hal ini terbukti dari hasil dari kemenangan Kerbau atas Rakyat dan sebagai bukti ya dari bagaimana hamper semua orang yang ada dinegeri ini seolah focus dengan Kerbau dan tak lagi peduli dengan nasib rakyat kecil yang masih membutuhkan perhatian lebih dari para elite politik yang ngakunya wakil rakyat.
Hal tersebut diatas membuatku semakin takut dengan maa depan negeri yang kian hari kian mundur disegala bidang. Bagaimana tidak, rakyat yang harusnya jadi sasaran pembangunan negeri ini malah kalahatau mungkin lebih tepatnya dipaksa mengalah dengan masalah-masalah yang sama sekali tak ada signifikansinya terhadap nasib rakyat banyak seperti halnya kasus century yang hanya diperuntukkan bagi rakyat kelas atas, komunikasi politik presiden SBY yang malah gak ada pentingnya sama sekali bagi rakyat kan gak ada pengaruhnya komunikasi politik Presiden yang membaik dengan keadaan rakyat yang membaik pula, percumalah menurutku bahas masalah gituan, serta masalah-masalah perebutan kekuasaan para elite politik yang berlindung dijas status sebagai wakil rakyat.
Leave a Comment
February 4, 2010 at 6:50 am (music, opinion)
Yap…. Saat ngliat video klip Nidji yang terbaru yang berjudul “Ku Takkan Bisa”, aku langsung jatuh hati lagi ma Nidji setelah membuatku kecewa berat saat keluarnya single pertamanya yang berjudul Sang Mantan (yang herannya kok malah jadi top hits di hamper seluruh radio dan acara musik di televise). Jujur, lagu yang digarap Nidji ini cukup memuaskan ku terutama aransemen musiknya yang fresh banget ditelingaku walaupun liriknya ya komersial sih. Selain itu video klipnya bagus menurutku, cukup kreatif dengan bersetting diluar negeri dan menggaet bintang bule. Bahkan menurutku konsep video klipnya kayak video klip barat gitu yang menurutku lebih punya taste (bukannya ingin menghina produk anak bangsa). Jadi menurutku ini bias jadi referensi bagi musisi tanah air yang lain, terutama yang ingin membuat sebua video klip berlokasi diluar negeri…. Please jangan asal syuting di luar negeri dong tapi juga harus bikin konsep yang mantang jadinya kan gak sia-sia, kan saying udah pergi keluar negeri tapi gak ngasilin sesuatu yang menarik untuk fansnya.
Leave a Comment
February 4, 2010 at 6:43 am (favorite, me is iara, opinion)
First of all I wanna say thanks to all of my lecturers who have ever gave me basic understanding and knowledge about pop culture. I really thanks to you, Mam and Sir, because of you all, at least I have higher awareness about how big the power of media as the medium of pop culture.
About 5 years ago, I didn’t really care about what I heard and see in television and the worst part is that I didn’t realize that I am actually hypnotized by the media about what is wrong and what is right. But then after having knowledge from some of lecturers about media and pop culture. I now really aware about what I heard and read from media is perfectly constructed. Now, I can differentiate between the sensationalism part, bias part and the fact part of each things which is spread by the media and popular culture’s product. Perhaps I only have very little knowledge about media and popular culture product and industry but for me it’s enough to start understanding those things deeper.
Therefore, I hope everyone who views and reads this post can share every articles related to media and popular culture product and industry. Just send me your material about that to kiki191187@yahoo.com
Leave a Comment
February 4, 2010 at 6:42 am (favorite, movie, review)
Walaupun tidak seromantis Shelter, film yang punya genre sama dengan shelter namun bagiku Latter days punya sisi romantis tersendiri yang bias menguras air mata dengan catatan mengerti apa yang dibicarakan oleh para pemainnya. Yah walaupun bahasa Inggris terutama aksen dan vocabnya tidak sesulit seperti yang disuguhkan di fil Beautiful Thing yang sudah aku bahas di postinganku berjudul Beautiful Thing is shocking me much. Sayangnya walaupun romantis namun film ini ada part yang aku tidak suka difilm ini karena melibatkan masalah keagamaan yang memang jadi sumber konflik dari film ini. Tapi yaah namanya juga film pasti punya alas an tertentu menampilkan alur cerita yang melibatkan masalah keagamaan. Over all sih aku suka film ini karena lagi-lagi mengetengahkan soal pilihan dalam hidup dan memang happy ending sih pokonya mirip di Shelter deh. Jadi kalau suka genre darama romantis terutama percintaan seasama jenis yang romantis just watch this movie, walau mungkin tidak banyak yang belum nonton film ini.
Leave a Comment
February 1, 2010 at 7:31 am (dalam negeri, luar negeri, opinion, politik)
Yeah setelah menikmati kursi kepresidenan diistana Negara masing-masing, terjadi fenomena yang agak tidak menyenangkan yang terjadi dimasa pemerintahan kedua kepala Negara di dua Negara berbeda benue tersebut. Fenomena tersebut tak lain adalah penurunan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan keduanya. Bahkan untuk Obama, seperti yang kubaca dari harian umum Kompas kalau Obama disukai masyarakat Amerika secara personal bukan sebagai kepala Negara karena kegagalannya meningkat tingkat kesejahteraan masyarakat terutama masalah pengangguran. Untuk SBY juga mengalami penurunan tingkat kepuasan masyarakt terhadap pemerintahannya apalagi soal program 100 hari yang gak jelas juntrungannya alias cumin ngubek-ngubek century ama pemberantasan mafia hokum dan mengenyampingkan kesejahteraan rakyat banyak. Apalgi SBY akhir-akhir ini, lemah banget dalam komunikasi politik, kalau tidak bernada intimidasi ya bermelas-melas ria deh.
Terkadang aku bertanya apa mereka punya nasib sama karena awal mereka mencalonkan diri secara resmi deengan acara yang hamper sama.
Leave a Comment
February 1, 2010 at 7:30 am (favorite, movie, review)
Film yang didasarkan pada novel karangan EM Forster yang berjudul sama ini diproduksi pada tahun 1897 ini menampilkan acting Hugh Grant muda. Dalam film ini menceritakan tentang jalan hidup yang diambil oleh tokoh utama yang bernama Maurice. Awlnya Maurice menjalin hubungan sesame jenis dengan pemuda yang beru dikenalnya secara tak sengaja bernama Clive. Namun kemudian karena suatu kejadian dan hukum di Inggris pada tahun itu membuat clive mundur dan meninggalkan Maurice secara sepihak dan menikah dengan seorang gadis yang menurutku lugu sih (yang jelas clive meninggalkan Maurice bukan untuk tobat secara seutuhnya).
Setelah ditinggalkan oleh Clive, Maurice mengalami sebuah pukulan berat namun dia masih bisa melanjutkan hidupnya walau denga kekosongan dihatinya dan kebingungan yang mendalam dihatinya. Disaat itulah dia bertemu alec yang rela meninggalkan apa yang dia punya hanya untuk bersama Maurice walau tanpa ada yang mampu menjajikan masa depan baginya bila bersama Maurice.
Dari film ini aku bisa mengambil nilai kalau life is about choice karena dalam setiap langkah dalam kehidupan yang kita ambil, kita akan selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang terkadang sulit membuat kita untuk menjatuhkan pilihan. Yang aku suka dari film ini tentunya cara para tokohnya berdialog yang sopan banget banyak metafornya. Walau film lama, film ini gak bikin aku pusing kayak beautiful thing yang sudah aku bahas di postingan berjudul. BEAUTIFUL THING IS SHOCKING ME MUCH.
Leave a Comment
February 1, 2010 at 7:27 am (favorite, movie, review)
Saat pertama kali tak sengaja nemuin artikel tentang fil berjudul beautiful thing yang ceritany tentang percintaan dua remaja berjenis kelamin sama, aku pun berusaha mati-matian mendapatkan film dan alhasil akhirnya aku dapetin juga. Dan tak kusangka aku harus menonton film ini sebanyak kurang lebih 5 film, itupun aku cuma tahu inti ceritanya secara garis besar aja gak secara keseluruhan secara detail seperti biasanya aku memahami sebuah film.
Jujur banget aku bener-bener shock banget pas lihat film ini untuk pertama kalinya karena bahsa yang diguanakan oleh para tokohnya berdialog. Inggris sih bahasa yang digunakan tapi tak menjamin aku yang lulusan sastra inggris plus lulusan LIA ampek advance 4 pula bisa mengerti pembicaraan para tokohnya dengan mudahnya. Selama ini aku suka banget aksen orang England namun ternyata aku kena batunya karena akse british itu pulalah yang bikin aku kewalahan memahami film bertema hubungan sesame jenis ini.
But thanks God, setelah berusaha keras memahami film ini akhirnya aku bisa memahami film ini juga. And guess what ternyata film ini menyentuh emosi ku banget walau gak bisa bikin aku nagis Bombay sih Cuma bikin hatiku trenyuh aja karena akhirnya tokoh utamanya ngedapetin hal indah diakhir film setelah melewati berbagai hal yang gak mengenakkkan. Namanya beautiful thing hehehehehehe…..
Leave a Comment