Blog Archives

impian dan cinta

IMPIAN DAN CINTA

Masih jelas kuingat waktu itu. Bagaimana dia menjabat tanganku dengan dinginnya disertai senyum basa basi yang seolah mencoba memberikan isyarat kalau perkenalan itu Cuma sebuah prasyarat kesopanan saja. Dan yah… memang itu Cuma perkenalan basa basi yang tak berlanjut apa-apa bagi dirinya. Namun, entah kenapa ada suatu sihir yang tak mampu kujelaskan terasa dalam diriku sejak perkenalan kilat itu…. yah… walau aku tahu tak akan ada yang berubah antara aku dan dia dengan adanya perasaan lain dalam diriku saat.

Bagai pungguk merindukan bulan mungkin perumpamaan yang paling tepat disematkan padaku saat itu. Betapa bodohnya aku saat itu, berusaha selalu tersenyum saat lewat didepannya atau sebaliknya walau semua itu hanya jadi sebuah usaha sia-sia penguras pikiran dan pengikis perasaan. Tapi apa mau dikata, dia memang merupakan impian pertama yang ingin kuraih walau aku harus mengorbankan apapun. Impian tinggal impian semuanya terlihat sangat indah saat membayangkan akan jadi kenyataan tapi saat memasuki realita semuanya serba menyakitkan.   Yah.. tapi lagi-lagi akunya yang bodoh tak mau melihat realitas yang ada. Realitas yang nyata-nyata ada didepan hidungku dan tlah memberikan begitu banyak isyarat bagaimana aku hanya mendapatkan luka lebih banyak jika aku terus maju dan punya keinginan untuk mewujudkan impian serba tak mungkin tersebut.

Syukurlah.. setelah begitu banyak luka yang kuterima akhirnya ku melepaskan impianku itu. Yah.. walau sedikit terlambat karena aku terlanjur merasakan sakit yang teramat dalam. Tapikan setidaknya aku mau melepaskan diriku dari jerat mimpi unrealistis itu, ya gak?!

Walau sempat merasakan sakit… kini aku malah mendapatkan seseorang yang tahu bagaimana memberikan cinta dan perhatianku. Akupun tahu bagaimana belajar mencintai yang sesungguhnya, bahkan aku bisa mengatakan dengan pasti kalau Cintalah yang membuatku memilih dia untuk membawa kunci hatiku saat ini.Big Thanks to God, I have him right now.

Ingatan ku kembali tertuju saat itu, saat dimana aku masih bodoh dan polos hingga tidak mau memandang segala sesuatunya dengan realistis. Semuanya itu karena saat berada ditempat yang betul-betul asing, aku kembali berjabat tangan dengannya. Namun, jabatan itu terasa berbeda, tak ada jantung yang berdegup lagi, tak ada pengharapan apapun padanya. Semuanya terasa begitu hambar, seolah aku bertindak sama persis seperti dirinya seperti waktu itu. Aku menjadikan jabatan tangan itu hanya sebuah salah satu prasayarat etika kesopanan dan penghormatan atasan dan bawahan. Yang tak kumengerti kenapa sekarang dia yang seolah mengharapkan sesuatu dari perkenalan. Bisa kulihat dengan jelas matanya yang kembut penuh pengharapan dan senyum serta jabatan tangannya yang begitu hangat (kuharap itu semua hanya ada dipikiranku yang ngacau aja karena akan sangat tidak mengenakkan kalau hal itu betul-betul terjadi).

Tapi semuanya jauh dari keinginanku… dan memang dia mengharapkan sesuatu yang pernah kuharapkan dulu. Dan anehnya waktu itu aku bisa dengan gampangnya bilang… dulu aku memang pernah jadi impian terbesarku namun kini aku sudah menemukan cinta ku tak berpegang lagi pada impian kosong masa lalu.

Yah… saat kuingat kembali jawabanku itu kumalah menyadari sesuatu yang slama ini kulewatkan. Kusadari kini kalau impian belum tentu sebuah realitas kehidupan namun cinta adalah kehidupan. Dan belum tentu pangeran yang ada dalam impian dan anganku kucintai dikehidupan nyata. Yah.. impian dan cinta memang dua hal yang membuat warna dalam hidupku semakin meriah walau tekadang juga menggoreskan luka batin.

DAY TO DAY: CINTA, REALITA, DAN KOMITMEN

DAY TO DAY: CINTA, REALITA, DAN KOMITMEN

Yah………..tepatnya kemarin aku mendapat kiriman sebuah film alternative yang cukup membuatku memahami satu hal lagi bagimana rumitnya menyelaraskan pikiran otak dan perasaan hati dalam membina sebuah hubungan yang serius dengan pasangan kita………….

Difilm berjudul Day To Day ini digambarkan begitu samar bagaimana dua orang pecinta yang saling menyanyangi mencoba membina sebuah hubungan yang tidak biasa. Mereka mencoba mencari makna hubungan hati yang sesungguhnya tanpa mengenyampingkan rasional mereka masing-masing…………

Jujur aku tidak bisa menggambarkan bagaimana detail fil ini dengan jelas karena film ini Cuma berdurasi 90 menit dengan dialog yang cukup kinimalis dan hanya dipenuhi efek-efek suara dan nyanyian yang begitu mendalam maknanya…….

Di film aku juga belajar bagaimana sebenarnya sebuah hubungan itu haruslah seimbang antara hati dan pikiran……… cinta bukanlah faktor utama dalam menjalin hubungan yang serius dan langgeng………… yang utama adalah komitmen untuk saling mengisi, menghargai dan mempertahankan apa yang dimiliki sekarang……….. sehancur dan sekecil apapun itu…………..

Disini juga terlihat jelas bagaimana sebenarnya masalah yang paling berat dalam sebuah hubungan adalah saling mengimbangi satu sama lain………… ada saatnya kita mengalah namun ada saatnya pasangan kita yang mengalah…………..

Scene yang paling menarik adalah saat tahun keempat hubungan mereka……… mereka hampir putus dan ingin mengakhiri semua kenangan indah yang telah mereka lalui bersama Cuma karena alasan bahwa tidak ada lagi greget diantara mereka……… dan keadaan hubungan mereka yang terlampaui dingin……… ditahun keempat………

Tapi setelah break sekitar 1bulan mereka memahami kalau keputusan mereka untuk mengakhiri hubungan selamanya Cuma lantaran keadaan yang tidak lagi greget diantara keduanya adalah suatu alasan yang bodoh…………….

Dari situlah mereka mulai membangun hubungan dari awal lagi……..mereka menyadari apa komitmen awal mereka saat memulai hubungan hubungan tersebut……

Ehmmmmmmmmmmmm…………..film ini sebenarnya menamparku dengan begitu kerasnya………….. film menujukkan ku bagaimana sebenarnya berkomitmen yang sesungguhnya……………. bagaimana harusnya mencintai dan bagaimana harusnya memperlakukan cinta itu……………………..

KOMITMEN MEMANG HARUS MENYELARASKAN CINTA DAN REALITA YANG ADA………………………….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 234 other followers