IRONI SEBUAH PROFESIONALISME

sering kali kita mendengar banyak orang yang mendengungkan masalah profesionalisme dalam melakukan suatu pekerjaan dibidang manapun, bahkan terkadang dibalik profesionalisme lah banyak orang yang menyembunyikan maksud lainnya. Tapi bukan itu yang akan jadi sorotan di artikel karena artikel ini Cuma akan menyoroti bagaimana tidak sejalannya penuntut profesionalisme dan tuntutannya. Sering kali kita mendengar diberbagai ajang pencarian bakat yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televise nasional Negara kita tentang bagaimana juri sering mengkritik para peserta kalau ada diantara mereka yang menunjukkan kalau mereka sedang sakit ataupun ada masalah saat berada di panggung yang berarti mereka meragukan profesionalisme para peserta sebagai calon penghuni di dunia hiburan. Lebih dari itu, banyak artis kita yang terjerat masalah hokum karena kasus yang bersumebr dari profesionalisme, ambil contoh saja aura kasih, d’massive dan rezky aditya yang dituntut oleh pihak yang meresa dirugikan karena ketidak profesionalan mereka dalam memenuhi klausul kontrak yang sudah mereka setujui sebelumnya. Bias dibayangkan kan bagaimana besarnya peran sebuah profesionalitas dalam dunia pekerjaan terutama, dunia hiburan yang sering kali jadi panutan dan cerminan kebanyakan masyarakat kita. Lalu dimana ironinya????

Oke… diatas sudah dengan ada sedikit gambaran tentang pentingnya sebuah profesionalitas dalam dunia hiburan. Nah, sekarang pertanyaannya adalah apakah para penyelanggara itu juga professional???? Contoh simple aja adalah soal jam penayangan suatu acara yang sering kali molor, bahkan ada yang sampai 30 menit mundurnya dari jam tayang yang dipampang dalam iklan-iklannya. Mirisnya, hal ini terjadi saat acara sebelumnya adalah acara yang diproduksi sendiri oleh si stasiun televise yang menyiarkan acara tersebut, seperti sinetron, berita ataupun acara musik. Jarang sekali ditemui mundurnya suatu acara tertentu karena acara sebelumnya adalah film-film produksi luar negeri atau hak siarnya dimiliki oleh luar negeri. Dan yang terbaru adalah pembatalan penayangan secara sepihak oleh sebuah stasiun televisi swasta nasional yang punya hak siar MTV (pasti sudah tahukan stasiun mana itu???!!!!). yap… kemarin untuk kesekian kalinya banyak diantara rekan-rekanku harus menelan ludah karena ketidak profesionalan stasiun televise nasional dalam menayangkan acara tertentu yang sangat ditunggu penayangannya. Dan kemarin sepertinya kekecawaan benar-benar diubun-ubun, karena stasiun televise tersebut berjanji akan menayangkan MTV Movie Award pada tanggal 8 juni 2010 pada pukul 22.00 wib tapi apa yang terjadi, aku malah disuguhi MTV Live nya BEP dan Linkin Park yang jelas jauh dari harapan.

Ironi bukan???? Menuntut seseorang professional tapi dirinya sendiri tidak bisa memperlihatkan sikap professional secara nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s