“TOLONG” DAN “TERIMA KASIH”

Beberapa hari ini, aku dibuat agak kesal dengan salah seorang teman yang bisa dibilang baru aku kenal beberapa bulan lalu. Mungkin bagi sebagian kekesalanku ini bakal dianggap remeh ato malah akan menertawakanku, tapi buatku akar dari kekesalan ini sesuatu yang sangat mendasar…

Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu kami hang out bareng ke beberapa tempat bareng ma beberapa temen yang lain. Awalnya semua berjalan sangat menyenangkan, kita berbagi canda dan tawa, tapi saat acara makan siang moodku mendadak langsung nge-drop abis, senyum kecutpun terpaksa aku sunggingkan pada saat itu. Hal ini terjadi karena beberapa kali si teman tadi memintaku melakukan sesuatu untuknya. Bahasanya sih halus tapi jujur aku merasa seperti pembantu dia aja karena dengan tidak sopannya dia memintaku tanpa kata TOLONG, kata yang menurutku penting pada saat kita minta seseorang untuk melakukan sesuatu untuk kita.

TOLONG adalah kata yang bahkan gak pernah lupa digunakan orang tuaku kalau mereka memintaku melakukan sesuatu untuk mereka. Orang Tua, bayangkan, orang yang sebenarnya bisa aja menyuruhku tanpa harus ada kata TOLONG sebelum ato sesudahnya, tapi toh mereka tetep aja menggunakan kata TOLONG. Hal inilah yang kemudian terprogram diotakku kalau tiap kali kita minta seseorang melakukan sesuatu untuk kita jangan lupa untuk pakai kata TOLONG. Lagipula kan lebih enak juga kalo meminta seseorang dg kata TOLONG, terdengar jauh lebih sopan, halus dan tentunya si orang yg dimintai TOLONG gak merasa dirinya pembantu atao semacamnya. Inilah yang membuatku kesal saat itu.

Parahnya si teman tadi setelah aku melakukan apa yang dia minta, dia gak bilang TERIMA KASIH. makin bikin gondok ati aku aja… Ini karena dikeluargaku budaya TERIMA KASIH selalu ditanamkan bahkan oleh Nenekku sejak aku masih kecil. Toh, dengan kata TERIMA KASIH berarti kita menghargai orang yang sudah membantu kita melakukan sesuatu, kitapun tak rugi suatu apapu mengucapkan hal itu.

Dari kejadian tersebut aku mulai berpikir, kita yang dianggap berbudaya timur dan terkenal ramah dan sopan, apa memang benar kenyataan begitu??? BUktinya masih banyak orang yg aku temui tak punya budaya TOLONG dan TERIMA KASIH asal nyuruh orang aja kayak pembantu (sekalipun itu pembantu, aku masih diajari nenek dan ibuku untuk pakai kata TOLONG n TERIMA KASIH tiap minta apa2 ke dia).

Ini hal yang sederhana lho, apalagi hal2 yang lebih rumit lainnya semacam pornografi dan kekerasan yang membuat anak2 muda makin merosot aja moralnya…. *sigh*

 

 

 

Advertisements

One thought on ““TOLONG” DAN “TERIMA KASIH”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s