WE NEVER KNOW

“Kak Raka, Pagi!!!!!!!” teriak para siswi smu tempat aku sekolah. Yeah, itulah ritual tiap pagi disekolah yang sekitar 6 bulan lalu aku pilih sebagai tempatku menimba ilmu. Teriakan memanggil Kak Raka, kakak kelasku sekaligus ketua osis, ketua tim basket dan baru kemarin didapuk lagi sebagai pangeran sekolah seperti tahun2 yang lalu.

Kalau boleh jujur ingin rasanya aku teriak memanggil namanya seperti mereka atau setidaknya menyapanya secara wajar saat dia lewat didepanku tapi aku terlalu rendah diri tuk melakukan apalagi ditengah keramaian seperti sekarang ini.

“hey” sebuah tepukan lembut membuyarkan lamunanku.

“eh,ka-mu,u-dah.. da-tang” jawabku agak tergagap sambil tersenyum menengok ke arah orang yg menepuk bahuku tadi.

“aish, ngelamun lagikan? kukasih tahu ya  jangan kebanyakan nglamun, ntar kehilangan kesempatan deket ama pangeranmu kayak tadi” kata Sasya, seseorang yg menepuk bahuku tadi sekaligus sahabatku yg kukenal sejak 3 tahun lalu.

“nggak nglamun kok cuma termenung. hehehehe… tapi tunggu, kehilangan kesempatan deket ma kak Raka kayak tadi? maksudnya?” jawabku

“what? jadi kamu gak sadar kalo dia tadi nengok  dan senyum ke kamu dan seolah ingin menyapamu tapi karena kamu diem kayak patung jadi ya gitu deh,” jelas Sasya akan pertanyaanku tadi

“akh, mustahil, mungkin kamu salah liat kali, mustahil lah itu terjadi,” kataku menepis smua anggapan Sasya

“ya terserah sih, kamu percaya ato nggak, btw ke kelas yuks, pinjem PR fisika, aku belum kelar nih” Sasyapun menarik paksa ke kelas kami sebelum aku punya kesempatan mendebat perkataan dia tadi.

Yeah, aku memang menyukai kak Raka sejak pertama kali bertemu ditoko roti milik ibuku 2tahun lalu. Aku masih ingat bagaimana setiap aku pulang les, aku slalu melihat sosok pemuda yang berkulit putih, berperawakan tinggi dengan memakai baju basket slalu ada ditoko roti dan membeli roti yang sama yaitu pizza kedelai, andalan ibuku. Sayang, aku tak pernah punya keberanian untuk bahkan hanya sekedar menyapanya hingga sekarang. Aku hanya bisa berdiri mematung seperti orang bodoh melihat sosoknya dari kejauhan.

Puluhan kali bahkan mungkin ratusan kali hingga bosan, Sasya yang tahu smua hal itu slalu memberiku saran untuk memberanikan diri untuk dekat dengan Kak Raka dengan mencoba menyapanya saat dia sedang berada ditoko roti ibuku tapi tak pernah kulakukan sekalipun. Itu Sasya lakukan selain sebagai sahabat juga mungkin bosan dengan pertanyaanku, “apa dia menyukaiku kalau aku mengatakan bahwa aku menyukainya?”

“akh, akhirnya sampai juga,” gumamku lirih sambil melangkahkan kaki ke tempat dimana aku menempuh pendidikan SMU-ku sekitar 7 tahun yang lalu. Ku nikmati setiap langkahku menuju tempat reuni sambil mengenang betapa manisnya kehidupan SMU-ku waktu itu, banyak kenakalan2 khas remaja yang slalu kulakukan bersama sahabatku Sasya.

“Hey, kukira nggak datang, secara sekarang sibuk keluar negeri mulu” Sapa seseorang diiring sebuah tepukan dibahuku.

“Hey, Sya, mustahillah aku gak, kan kamu yang mengundangku secara khusus” jawabku sambil mencoba melepaskan pelukan kami berdua

“oh, ya, mana dia? kok kamu sendirian? ntar ilang lho,” godaku pada Sasya sahabat yg sudah 2tahun ini benar2 kehilangan kontak denganku.

“akh, itu, dia udah didalem kok, Chik, aku….” jawab Sasya lirih dan agak terbata2

“aku apa? udahlah Sya, kita tak pernah tahu siapa yang akan mendampingi kita, I’m happy for you two. Lagipula it’s just a crush, not sure is it love or not?” potongku sebelum Sasya berhasil menemukan kata2 yang tepat tuk menjelaskan smuanya soal bagaimana dia bisa bersama pangeran impianku saat remaja

Kita tak pernah tahu dengan siapa yang akan berpasangan nantinya.

 

Advertisements

5 thoughts on “WE NEVER KNOW

  1. So,,,,,,,,,,,,,Sasya sohibnya si Chik pacaran ama Raka?!!!!!!
    Kasih detail dongs kak QQ soal gimana Sasya bisa jadian ma Raka, and apa awalnya duo sohib itu marahan teyus putus hubungan slama 2tahun? curious nich
    Ya sik, we never know about our spouse in the future

  2. DEAR!!!!!!!!!! Miss You so much like crazy!!!!!!
    an old story but with a new touch I think
    nice shot!!!!

  3. wuaduh, ntar kalo dibikin detail malah gak asik lagian aku kan nggak bakat bikin sesuatu yg detail, Jelita sayang.
    soal pertanyaan2 kamu, silakan jawab dg imajinasimu ya

  4. Okie,,,,,,Dokie,,,,,, Qu kan berimajinasi sendiri soal cerita kak QQ yank ini seperti cerita kak QQ sebelum2nya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s